Identitas Buku
- Judul: Siluet
- Penulis: Resti Dahlan
- Penerbit: GPU
- Jumlah Halaman: 208
- Tahun Terbit: Cetakan kedua, 2017
- ISBN: 978602-339085
Blurb
Rea, gadis yang hanya tertarik untuk belajar dan bekerja keras harus menghadapi tingkah Kaley yang menyebalkan. Meski sudah berusaha menghindar, selalu ada kejadian yang mengharuskannya bertemu altet renang itu. Hidup Rea yang sudah terjadwal pun nyaris berantakan karena ulah Kaley.
Lalu tiba-tiba hadir murid baru bernama Galen yang membuat gempar SMA Galatiksa. Meski banyak mendapat perhatian dari para siswi, cowok genius itu tampak cuma tertarik sama Rea dan benar-benar berusaha mendekati cewek yang terkenal arogan itu.
Kalau diganggu Kaley adalah petaka, didekati Galen adalah musibah bagi Rea. Masalahnya, Rea harus menghadapi petaka dan musibah secara berbarengan!
Namun, ternyata kegigihan Galen mendekati Rea membuat cewek itu membuka diri. Saat mereka mulai dekat, Rea harus menghadapi fakta mengenai asal-usul dua cowok itu dan masa lalunya sendiri. Hal itu membuat Rea sadar bahwa sejauh apapun dia berlari, bayang-bayang masa lalu akan tetap menjadi siluetnya.
Review Novel Siluet
Waktu pertama aku liat covernya, kupikir ini adalah novel horor, ternyata ini novel remaja-remaja anak sekolah gitu ditambah bumbu misteri dan slice of life. But yeahh, aku suka banget sama covernya.
Tokoh utama dari novel ini adalah Rea, si gadis genius yang pekerja keras. Rea disini digambarkan sosok introvet yang cukup menyebalkan.
Ceritanya menurutku menarik dan sebenernya cukup seru sih. Pada bagian awal cerita kita dibuat penasaran dengan Rea, seluk beluk keluarga Rea, dan semua kehidupan yang berputar disekitar Rea.
Dua karakter utama lainnya, Kaley dan Galen. Kakak beradik khas dunia novel, tampan dan berprestasi. Jujur saja disini, aku lebih suka sifatnya Galen, yang kayak dingin tapi perhatian gitu hahah. Kaley menurutku terlalu kekanak-kanakan. Dan sepertinya aku mencium bau-bau persaingan antar saudara, wkwk.
Dan ada beberapa karakter pendukung, seperti sahabat Rea, Alda dan Wibi. Tapi Alda disini diceritakan sedang koma terbaring di rumah sakit dan masih belum diketahui penyebabnya.
Alurnya sebenarnya seru, tapi jujur aku kurang nyaman sama perpotongan tiap adegannya yang tiba-tiba. Yang kadang membuatku bingung dan kesal sendiri.
Menjelang pertengahan, teka-teki keluarga Rea mulai sedikit terjawab. Dan muncullah konflik-konflik di kehidupan Rea.
Tokoh yang dihadirkan dalam novel ini cukup banyak. Jadi pengembangan karakter masing-masing tokoh tidak terlalu menonjol, kecuali pada Rea dan Kaley sebagai tokoh utama.
Dari bagian tengah menuju akhir mulailah muncul masalah-masalah baru di hidup Rea, mulai dari masalah beasiswanya, teman-teman sekolah yang membenci Rea, dan kondisi Alda yang tak kunjung membaik, membuat Rhea putus asa. Dan disinilah Kaley dan Galen membantu Rhea, datang sebagai teman dan menyemangati hidup Rhea.
Galen disini kupikir bakal punya porsi yang lebih banyak karena muncul lebih dulu dan dia tahu sedikit tentang Rhea. Well, kapalku gak berlayar. Dan misteri keluarga Rea pun akhirnya terjawab, alasan sikap menyebalkan Rhea, seluk-beluk keluarga Rea, semuanya tuntas.
Sejauh apapun dia berlari, bayang-bayang masa lalu akan tetap menjadi siluaetnya
Overall, selebihnya aku menikmati novel Kak Resti dahlan ini dan bakal duduk manis menunggu karya-karya Kak Resti selanjutnya. Rate dari aku senditi 3/5 bintang yeay. Sampai jumpa lagi direview selanjutnya.
Tags:
Book
