Review Novel - A Hole In A Haed: Misteri Penginapan Angker


Identitas Buku

  • Judul : A Hole In The Head
  • Penulis : Annisa Ihsani
  • Penerbit : GPU
  • Jumlah Halaman : 232 hlm
  • Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2017
  • ISBN : 978 - 602 - 03 - 774 - 5


BLURB

Musim panas telah tiba dan Ann bersemangat menyambut liburannya di Monchblick Inn, penginapan paling populer di Lauterbrunnen. Atau setidaknya, pernah populer.

Penginapan tua itu kini sepi pengunjung, bahkan saat puncak liburan begini. Para tamu mengeluh tentang bunyi derap langkah tanpa sosok di koridor dan kengerian yang menyelimuti kamar 303. Bahkan Ann sendiri harus mengakui memang ada yang meresahkan di dalam kamar tersebut.

Dengan bantuan Jo, cucu koki penginapan, Ann mulai mencari petunjuk untuk memecah misteri di monchblick Inn. Dua anak berusia tiga belas tahun itu menemukan fakta tentang persaingan lama, rumor liar berseliweran, dan kejanggalan paranormal misterius yang tiba-tiba muncul. Akankah rahasia yang menyelubungi penginapan tersebut berhasil mereka bongkar?


REVIEW NOVEL A HOLE IN A HEAD

Seperti yang di jelaskan sinopsisnya, buku ini menceritakan tentang Ann, yang awalnya akan menghabiskan liburan dua minggunya di rumah sang nenek tetapi ternyata sang nenek yang mendadak ada urusan lain. Sedangkan sang Ibu sudah menjadwalkan keberangkatan untuk memenuhi tugasnya sebagai ahli iklim. Akhirnya Ibunya menyarankan untuk liburan ke tempat sang ayah, yang memang telah berpisah dengan Ibunya sejak beberapa tahun lalu. Dan sinilah cerita Ann di mulai, tepat saat menginjakkan kaki di Monchblick Inn, penginapan milik istri sang ayah dalam artian adalah ibu tiri Ann.

Pada bagian awal kita diperlihatkan hubungan ayah dan anak yang hangat, meskipun mereka tidak tidak bersama. Dan juga sikap Nina —ibu tiri Ann— yang menyambut baik kehadiran Ann. Mulai juga diperkenalkan beberapa tokoh-tokoh yang ada di Monchblick Inn. Diperlihatkan juga keadaan sekitar Monchblick Inn, merupakan tempat strategis dan asri. Bahkan termasuk penginapan populer di Lauterbrunnen. Meskipun sekarang pengunjungnya telah berkurang drastis akibat desas desus yang beredar di internet.

Ann sendiri mengalaminya, di malam pertamanya menginap di Monchblick Inn Gangguan yang sering terjadi di lorong penginapan ini dan misteri di kamar 303. Dan beberapa pengunjung yang memesan kamar untuk menginap beberapa hari pun lebih memilih keluar padahal baru sehari bermalam di Monchblick Inn. Hal itulah yang mendorong Ann untuk mencari tahu misteri dibalik keganjilan di Monchblick Inn. Apalagi setelah mengetahui cerita dari Jo perihal penebangan pohon mapel yang diduga menjadi penyebab keganjilan ini terjadi. Sampai bab pertengahan, Ann sedikit demi sedikit mulai menaruh perhatian pada setiap cerita orang-orang di Monchblick Inn. Bahkan sesekali bertanya pada ayahnya atau ibu tirinya meski keduanya enggan memberikan penjelasan. Hal tersebut tentunya sedikit mengusik liburan Ann, akhirnya diam-diam Ann mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Berlanjut tentang penyelidikan Ann, kini ia telah mengutarakan maksudnya untuk mengupas tuntas misteri kamar 303 dan ketukan atau gangungan setiap malam di Monchblick Inn pada Jo. Meskipun pada awalnya Jo menolak membantu Ann, akhirnya anak itu bersedia turut andil dalam penyelidikan Ann. Aku suka sih di sini kolaborasinya Ann sama Jo yang mulai mencari tahu kebenaran di balik Monchblick Inn. Jo dan Ann yang sama cerdas bersama-sama menyambung dan saling menganalisis rentetan kejadian dan wawancara yang di peroleh dari beberapa orang yang berkaitan dengan Monchblick. Melewati bab pertengahan, aku sebenarnya sudah menduga-duga siapa dalang di balik semua ini. Dan tepat setelah kedatangan paranormal, yang katanya berkomunikasi dengan dimensi lain dugaanku semakin kuat. Tapi aku tidak bisa menjelaskan saat peristiwa malam ritual. Untung saja Ann mampu menjelaskannya, yahh aku tidak kepikiran sampai ke situ sih.

"𝘚𝘪𝘳, 𝘵𝘩𝘦𝘳𝘦 𝘪𝘴 𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘵𝘪𝘯𝘤𝘵 𝘥𝘪𝘧𝘧𝘦𝘳𝘦𝘯c𝘦 𝘣𝘦𝘵𝘸𝘦𝘦𝘯 𝘩𝘢𝘷𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘯 𝘰𝘱𝘦𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘥 𝘢𝘯𝘥 𝘩𝘢𝘷𝘪𝘯𝘨 𝘢 𝘩𝘰𝘭𝘦 𝘪𝘯 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘩𝘦𝘢𝘥 𝘧𝘳𝘰𝘮 𝘸𝘩𝘪𝘤𝘩 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘣𝘳𝘢𝘪𝘯 𝘭𝘦𝘢𝘬𝘴 𝘰𝘶𝘵. " - James Randi

Tapi yang aku suka di sini, Aku mengerti kenapa Ann dibuat sangat menyukai trik sulap oleh Kak Annisa, kegemaran Ann yang suka mempelajari trik sulap mungkin menjadi pendukung, mengapa dia bisa dengan mudah menebak apa yang dilakukan si peranormal dan dalangnya itu yang memang tidak jauh-jauh berbeda dengan trik-trik sulap. Aku jadi tidak jadi menampik tentang hal itu. Aku juga suka dengan materi sains yang diselipkan di sini, seperti hukum thermodinamika dan gelombang infrasonik. Oiya, untuk gelombang infrasonik ini aku juga sudah menduga, tepat saat Ann ikut membantu ayahnya memperbaiki kipas ventilasi dan ternyata di akhir cerita juga di jelaskan tentang ini. Membuatku merasa puas sendiri karena ternyata pikrianku benar, hehe. 

Sedikit plotwist mungkin untuk siapa dalangnya, tapi tidak bagiku, karena sekali lagi tebakkanku benar. Meskipun aku tidak bisa menjelaskan beberapa kejadian seperti Ann, tapi yah aku puas dengan itu. Wkwkwk. Rating dari aku 4/5.


Della

mathematic's department | limited edition girl

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama