Konten ini tulisan personal pertama aku, oke jadi di kategori Journal ini aku akan sharing seputar kehidupan pribadi aku, entah itu opini, cerita kayak gini, hasil tulisan-tulisan aku, atau kalau kata bang Raditya Dika "keresahan-keresahan" sebagai manusia yang sudah hidup selama 20 tahun ini, hahah.
Untuk awal sebagai formalitas perkenalan dulu, karena seperti kata pepatah "Tak kenal maka tak sayang". Tapi beda buat aku, Lee Do Hyun gak kenal aku, tapi aku sayang kok *plak*. Oke, kembali ke laptop. Namaku Della, umum? iya, pasaran? iya, tapi aku bersyukur karena nama ini pemberian ibuku tercinta. Orang rumah biasanya memanggil "La", teman-teman dekat biasanya "Dudul", "Dul", "Dulla". Tapi kalau di media sosial biasanya aku pakai username "Dee". Lalu Rinailyraa itu apa?
![]() |
| (Rasi Bintang Lyra, constellation-guide.com) |
Rinai, pernah dengar gak?. Kalau jaman SD kalian kelam sepertiku yang suka nonton GGS, harusnya sudah gak asing lagi dengan rinai. Rinai hujan basahi aku ~~ *malah nyayi*. Lagu milik Utopia itu dulu menjadi salah satu OST sinetron fenomenal. Iya, Ganteng-Ganteng Serigala. Hayo ngaku siapa yang dulu sering nonton??, hahah.
Rinai itu gerimis, hujan rintik-rintik. Lalu ada Lyra, tapi ini bukan merek pensil. Lyra, salah satu rasi bintang yang bentuknya kecapi. Dan aku, cuma orang iseng yang dulu suka main hujan-hujanan dan suka banget dengan apapun yang berkaitan dengan zodiak, termasuk rasi bintang. Sampai akhirnya lahirnya kata "Rinailyraa" gabungan kontras dua hal yang aku sukai. Karna kamu tidak akan bisa main hujan-hujanan sambil melihat bintang. Kamu harus memilih salah satunya, sedangkan aku tidak bisa. Seperti itulah cerita aneh singkatan Rinailyraa lahir.
Rinailyraa, pernah kugunakan sebagai nama pena beberapa kali. Nama yang dulu sering aku sembunyikan perihal masalah kurang pede atau takut tulisanku dibaca orang lain. Lalu bagaimana sekarang?, bodoamat!. Itu adalah sifat yang berusaha aku pelajari. Selama 20 tahun aku hidup, baru sekarang aku mulai belajar bahwa "Apa yang orang lain pikirkan, belum tentu sama dengan apa yang ada di pikiranmu". Kalau dipikir-pikir benar juga. Semua orang berhak berbicara dan berekspresi semau mereka, asalkan tidak menyinggung dan merugikan pihak lain.
Pernah dengan hukum sebab akibat?, semua kamu lakukan pasti ada sebab akibatnya tentu saja. Entah itu dalam hal baik ataupun buruk, sisanya tinggal bagaimana kita bersikap?. Lantas bagaimana perihal respon orang lain?. Oke, kembali ke pelajaran fisika SMP, masih ingat Hukum III Newton atau Hukum Aksi Reaksi.
Ibaratnya kita memberikan gaya, atau kita berbuat sesuatu, tentu saja kita akan mendapat respon. Besarnya bagaimana?, tergantung "sesuatu" yang kita lakukan itu, apakah mempengaruhi banyak orang?, apakah menggangu?, atau cuma sekedar hal tidak berguna yang tidak dilirik oleh orang lain. Hubunganya sama, apa yang kita tuai dan apa yang kita peroleh besarnya selalu sama.
Jadi biarkan saja, ijinkan semuanya terjadi. Berpikir itu perlu, tapi jangan berpikir terlalu banyak. Cukup lakukan saja, lakulan yang bisa kamu lakukan. Hidup itu cuma sekali dan tidak ada tiket kedua seperti cerita di film-film, pilihannya hanya dua menikmati hidup itu atau membiarkannya melarutkanmu dalam bayang-bayang ketakutanmu sendiri.
Focus on yourself, not others!, enough yourself.
