Aroma Karsa mengisahkan seorang Raras Prayagung yang diberi amanat oleh Neneknya, Janirah untuk menemukan Puspa Karsa, yakni bunga dengan kekuatan luar biasa yang dapat mengendalikan kehendak. Misi inilah yang mempertemukan Raras dengan Jati Wesi, laki-laki dengan julukan Si Hidung Tikus yang hidup di TPA Bantar Gebang. Pertemuannya dengan Jati ternayata tidak se-simple itu, anak tunggal Raras yang bernama Tanaya Suma yang juga memiliki kemampuan serupa menolak kehadiran Jati. Keterlibatan Jati dalam pencarian Puspa Karsa ternyata juga menyibak misteri masa lalu Jati Wesi, yang belum pernah ia ketahui.
![]() |
| (Aroma Karsa by Dee Lestari) |
IDENTITAS BUKU
- Judul : Aroma Karsa
- Penulis : Dee Lestari
- Penerbit : Bentang Pustaka
- Jumlah halaman : xiv + 710 hlm
- Tahun terbit : 2018
- Rating : 5/5
REVIEW AROMA KARSA
Jujur saja ini merupakan kali pertama untukku membaca karya dari Mbak Dee Lestari. Tapi aku merasa sangat terhanyut dengan gaya penulisan dari Mbak Dee dalam menarasikan novel ini, pemilihan diksi yang menurutku sangat pas dan luwes membuat aku seperti mendengar dongeng sebelum tidur. Selain itu aku berkali-kali dibuat berseru “Wahh”, setiap kali Mbak Dee menjelaskan bau-bauan yang dicium oleh Jati Wesi ataupun Suma. Di tengah membaca novel ini aku selalu berpikir, bagaimana riset yang dilakukan oleh Mbak Dee.
Saat aku membaca sinopsis dari Aroma Karsa, aku langsung berpikir ahh tidak akan jauh-jauh dari aroma parfum dan juga rempah-rempah atau mungkin juga minyak-minyak yang sering dipakai oleh nenekku di rumah. Tapi ternyata aku menemukan nama-nama senyawa Kimia, seperti aldehid, keton dan juga beberapa jenis dari gugus alkohol, yang membuat aku tersenyum saat membacanya.
“Penciuman adalah jendela pertama manusia mengenal dunia. Dunia sesungguhnya dunia aroma”
Entahlah, mungkin karena untuk pertama kalinya aku membaca novel yang menceritakan tentang aroma seperti ini, aku sudah dibuat jatuh cinta oleh Mbak Dee dengan Aroma Karsa. Dunia fantasi yang digambarkan oleh Mbak Dee juga membuatku berdecak kagum, dengan mengadaptasi dari Mitologi Jawa. Bagaimana beliau mendeskripsikan latar tempatnya, langsung menciptakan gambaran tersendiri dalam imajinasiku. Selain itu ada beberapa sisipan kalimat jawa yang membuat aku lagi-lagi tersenyum, entahlah aku seolah merasa sangat bangga saat mengerti kalimat itu tanpa harus melihat arti yang berada kaki buku.
Di awal-awal membaca Aroma Karsa, aku juga dibuat banyak tertawa dengan obrolan-obrolan dan kelakuan orang-orang disekitar Jati Wesi. Dimana orang-orang yang baru bertemu dengan Jati bertanya-tanya bagaimana bisa Jati mencium bau dari sebuah benda yang menurut orang normal tidak ada baunya. Terus berjalan hingga ke bagian tengah bab, bukan semakin bosan aku justru semakin penasaran. Mbak Dee mengungkapkan pecahan-pecahan masalalu Jati Wesi dan juga konflik-konflik yang mulai terjadi antara Jati dan Suma.
Mendekati akhir ketika
pencarian Puspa Karsa dimulai, disitu aku semakin gencar membalik setiap halaman
hingga menuju akhir. Tepat dibagian endingnya, aku hanya mengedipkan-ngedipkan
mata. Jujur saja masih tidak lega, tapi aku cukup suka dengan bagian ending cerita dari Aroma Karsa,
sejenak aku menghembuskan napas tapi kemudian aku berseru “Okay".
Untuk mengakhiri keterpukauanku kali ini, aku sangat menyarankan kalian, harus membaca novel karya Mbak Dee Lestari ini, apalagi bagi kalian yang menyukai genre fantasi atau juga misteri buku ini wajib kalian baca.
Oke, karena aku telah dibuat jatuh cinta oleh Aroma Karsa, aku mungkin akan menunggu karya-karya Mbak Dee selanjutnya. Dan, bonus kutipan terakhir yang buat kamu klepek-klepek sama Jati Wesi, hehe:D
Dia kembang. Aku kumbang. Dia yang memilihku

